Filsafat
Landasan Epistimologi dalam Filsafat Ilmu
Landasan
Epistimologi
Kata “epistimologi“ berarati “pengetahuan
tentang pengetahuan“. Mengenai unsur-unsur yang main peranan dalam proses
pengetahuan terdapat banyak pendapat ada dua aliran filasafati yang main
peranan besar dalam diskusi tentang proses pengetahuan, yaitu rasionalisme dan
empirisme . rasionalisme berpandangan bahwa akal budi merupakan sumber utama
untuk pengetahuan . rasionalis mempunyai kar-akar yang sangat tua, tetapi dalam
jaman modern rasionalis mendapat tekanan baru pada filsuf-filsuf seperti
descartes, spinoza, dan lebiniz. Empirisme mengajarkan bahwa pengetahuanb berasal
dari pengalaman inderawi bukan dari akal budi. Akal diisi dengan kesan-kesan
yang berasal dari pengamatan . empirisme merupakan suatu aliran yang muncul di
inggris dengan tokoh-tokoh antara lain bacon, hobbes, loocke dan hume.
Semua pengetahuan hanya di kenal dan ada
dalam fikiran manusia tanpa fikiran pengetahuan tidak akan eksis bahwa menyebut
dan delapan hal penting yang berfungsi
membentuk struktur fikiran manusia yaitu mengamati, menyelidiki, percaya, hasrat
dan menikmati perbicangan penting dalm epistimologi terkait dengan janis-jenis
pengetahuan ada dua jenis pengetahuan yaitu pengetahuan ilmiah dan pengetahuan
non ilmiah pengetahuan ilmiah memiliki pengenalan ciri berlaku umum mempunyai
kedudukan, mandiri, mempunyai dasar pembenaran sistematik dan intersubjektif.
Pengetahuan di pandag
dari jenis pengetahuan yang di bangun dapat di bedakan yaitu pengetahuan biasa, pengetahuan ilmiah,
pengetahuan filsafati dan pengetahuan agama yang memiliki sifat digmatis
sedangkan pengetahuan di pandang dasar kritria karakteristiknya dapat di
bedakan yaitu inderawi, akal budi, intuitif dan kepercayaan atau otoritatif.
0 comments
Post a Comment